Cara Merubah Word Menjadi PDF

0 komentar Sabtu, 22 September 2012

 SOFTWARE UNTUK MERUBAH WORD MENJADI PDF DAN PDF MENJADI WORD
 Posting by Bambang  Suprayitno, S.PdI

Assalamu Alaikum  Warahmatullahi Wabarakatuh  
Terkadang kita memiliki sebuah fail dari word yang sudah kita edit,  kawatir bahwa fail yang sudah diedit  mengalami pergeseran atau perubahan. Apalagi fail-fail seperti skripsi, yang sudah cape kita edit kemudian ada salah pencet dan akhirnya berubah deh ... semua. Wah Jadi berabe ini....??? Untuk itu kepada pembaca, saya sarankan fail word dirubah menjadi fail pdf yang tinggal lansung nyetak tanpa ada pergeseran.
 
Bagi teman - teman yang ingin mendowload program untuk merubah word menjadi pdf kili >>disini<< 

Kemudian masih ada satu lagi masalah bahwa kadang terkadang teman-teman merasa kerepotan ketika setelah mendowload ternyata fail yang didownload bentuk pdf dan merasa susah untuk mengeditnya. Untuk teman-teman yang merasa punya masalah seperti ini jangan panik Mr. Bams akan sedikit membagi  tips. Tipsnya yaitu teman-teman harus mendowload program perubah fail Pdf menjadi word. Pasti teman-teman penasaran ya....

Silahkan Klik  
Program Al-Quran In Word Hubungi link ini ;

http://www.ziddu.com/download/20484250/SetupQuranInWord2003.rar.html 


Selanjutnya untuk penggunaanya pelajari sendiri..he.he Mudah Kok. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang punya masalah berkaitan dengan word dan pdf. 

Wassalamu Alaikum  Warahmatullahi Wabarakatuh 

TATA CARA SHOLAT TAUBAT

1 komentar Kamis, 20 September 2012
                                                           Tata Cara Sholat Taubat

Taubat merupakan prilaku penyesalan terhadap sesuatu yang telah dilakukan (perbuatan dosa) yang melanggar syariat agama Islam. Allah Swt akan menerima taubat seseorang jika seseorang itu benar-benar tobat dan tidak akan mengulangi lagi, sebab Allah Maha Pengampun. Jika orang itu sudah mengatakan taubat sedangkan dia masih mengulangi perbuatanya, maka tobat itu tidak berarti apa-apa, dan ingatlah wahai saudaraku tobatlah sebelum kesempatan taubat itu dicabut oleh Allah Swt.
 

Adapun Dalil tentang disyariatkannya Sholat Taubat adalah:

Dari Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan shalat dua rakaat, dan selanjutnya dia beristigfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampun

inya.” (HR. At-Turmudzi; dinilai hasan oleh Al-Albani)

Berikut Tata Cara Sholat Taubat seperti yang dikutip dari konsultasisyariah:

1. Berwudhu dengan sempurna (sesuai sunah).
2. Shalat dua rakaat, sebagaimana shalat yang lainnya, sama persis.
3. Tidak ada bacaan khusus ketika shalat. Bacaannya sama dengan shalat yang lain.
4. Berusaha khusyuk dalam shalatnya, karena teringat dengan dosa yang baru saja dia lakukan.
5. Beristigfar dan memohon ampun kepada Allah setelah shalat.
6. Tidak ada bacaan istigfar khusus untuk shalat taubat. Bacaan istigfarnya sama dengan bacaan istigfar lainnya.
7. Inti dari shalat taubat adalah memohon ampun kepada Allah, dengan menyesali perbuatan dosa yang telah dia lakukan dan bertekad untuk tidak mengulanginya.

Nah, semoga dengan mengetahui Tata Cara Sholat Taubat di atas, Anda dapat bertobat kepada Allah SWT dengan sempurna. Amin..


Dakwah

1 komentar Rabu, 19 September 2012


                                      AMRADHUD DA’WAH

            Amradhud Da’wah merupakan materi yang membahas tentang penyakit-penyakit dalam da’wah. Amradhud Da’wah terbagi menjadi 2 kelompok yaitu:

1.    Penyakit-penyakit da’wah terkait dengan ma’nawiyah (moral)

Amradhud Da’wah kelompok ini terdiri dari:

a.    Munculnya da’wah-da’wah yang bersifat infi’aliyah (reaktif )
Da’wah ini hanya memberikan reaksi karena aksi pihak lain. Da’wah ini adalah da’wah yang tidak menyentuh substansi permasalahan karena ia akan bergarak setelah ada aksi pihak lain yang tidak memiliki program tersendiri.

b.    Da’wah yang munculnya Al Wujahiyah (adanya figuritas)
Da’wah ini hanya mengharapkan hadir tidaknya seorang figur dan da’wah seperti ini tidak akan langgeng. Dalam Hadistnya Rasulullah berwasiat ketika haji wada’ “ Telah aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang dengannya kalian tidak akan sesat jika memeganggang teguh keduanya yaitu Al Qur’an dan As Sunnah” , ini berarti Rasulullah mendidik untuk berorientasi kepada program bukan kepada figur. Da’wah seperti ini banyak menimbulkan masalah karena jika figur dalam organisasi da’wah tersebut menghilang maka tercerai belahlah da’wah itu.

c.                                 Da’wah yang bersifat Al ‘itijaziyah
Da’wah ini bersifat bahwa hanya kelompok da’wahnyalah yang terbaik sehingga para anggota kelompok da’wah tersebut merasa ujub (paling hebat) dan mengakibatkan tidak dapat melihat kekurangan atau kelemahan dirinya. Da’wah ini juga menyebabkan anggotanya menjadi ghurur (terlena).

d.    Da’wah yang bersifat Al intiqasiyah
Da’wah yang selalu mengecilkan pihak lain sehingga organisasi-organisasi da’wah yang lain tidak dianggap mitra da’wahnya . Penyakit da’wah seperti ini biasanya seiring dengan sifat da’wah Al ‘Itijaziyah.




2.    Penyakit-penyakit da’wah yang terkait dengan amaliyah (operasional)

Amradhud da’wah yang terkait dengan amaliyah terdiri dari :

a.    Da’wah yang juz’iyah (bersifat lokal)
            Da’wah ini hanya bersifat sektoralisme yang seharusnya sumuliyah (segala aspek).

b.    Da’wah yang At Ta’lidiyah
            Da’wah ini membuat para anggotanya hanya mengikuti sesuatu tanpa memahami. Dalam kelompok da’wah harus dilakukan secara bashiroh (hujjah yang nyata) sebagaimana dalam Qs.12 : 108. Imam Hasan Al Bana menekankan dalam merumuskan pilar-pilar komitmen pada da’wah Islamiyah adanya 10 rukun bai’at pada rukun yang pertamanya dan utama adalah rukun Al Fahmu.

c.    Da’wah yang Al Afwaiyah atau Al Irtijaliyah
Da’wah yang tidak mempunyai kejelasan, tidak ada sasaran dan perencanaan sehingga tidak ada yang dapat dievaluasi. Setiap anggota da’wah harus mempunyai wawasan kedepan sesuai dengan Qs. 59 : 18.

d.    Da’wah yang At Tarki’iyah
            Da’wah yang tambal sulam yang seharusnya da’wah inqilabiyah yaitu menginginkan perubahan yang total. Ungkapan Sayyid Qutb “Bagaiman mungkin dunia yang sekarang tengelam dalam kejahiliyahan kemudian sekali-sekali meminta Islam memberikan  solusi kepada permasalahannya. Semestinya Jalankan dahulu Islam secara menyeluruh baru menanyakan masih adakah masalah yang dapat diselesaikan oleh Islam”. Da’wah ini harus menjelaskan kepada seluruh manusia ketika jalan hidup yang ditempuh bukan jalan Allah sesungguhnya jalan tersebut adalah jalan yang bathil yang harus ingkari. Dan mengajak umat manusia khususnya umat Islam kepada Islam yang menyeluruh.

            Sebagai solusi terhadap penyakit-penyakit da’wah baik dalam ma’nawiyah atau amaliyah  adalah dengan jalan membentuk Hizbullah yaitu suatu tandzim (organisasi) dimana seluruh umat Islam masuk kedalam tandzim tersebut. Dizaman yang tidak tegak khilafah Islam sekatrang ini maka tidak dapat mengharapkan tandzim yang dapat menghimpun seluruh umat Islam. Sejak runtuhnya khilafah Islam terakhir yaitu Daulah Usmani di Turki pada tahun 1924 Sekarang ini munculnya Jama’atul-Jama’atul minal Muslimin, seperti berdirinya Ikhwanul Muslimin di Mesir dengan pendirinya Imam Hasan Al Bana, Hizbut Tahrir di Yordania, Jama’ah Tabligh di Pakistan, Salaffi di Saudi Arabiyah dll. Ini merupakan  usaha untuk memberikan suatu penawaran kepada umat Islam pentingnya ada hizbullah untuk menghimpun umat Islam yang penataannya mendunia yang sifatnya tunggal dengan kepemimpinan yang mempersatukan umat Islam yang disebut jama’atul Muslimin.Sekarang ini belum ada Jama’ah Muslimin tetapi sudah terbentuk jama’ah minal Muslimin dan diharapkan jama’ah-jama’ah minal Muslimin saling fastabikul khairat dan saling bekerja sama.

Pertanyaan:
1.    Bagaimana solusi mencari figuritas dizaman sekarang ini yang dapat dijadikan tauladan selain Rasullah?
2.    Bagaimana merasa kalau kelemahan umat Islam karena dirinya?

Jawaban :
1.    Pada Qs. 33 : 21 menjelaskan bahwa pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan yang terbaik, ini berarti hanya Rasulullah yang patut dijadikan tauladan yang tidak mempunyai sisi kelemahan sedangkan dizaman sekarang ini jika ditemukan figur yang dijadikan tauladan pasti akan ditemukan ketidak sempurnaan. Sekarang ini tidak dapat diharapkan individual leader tetapi yang harus ada adalah kolektif leadership yang terdiri dari beberapa sosok yang saling mengisi. Seperti yang dikatakan oleh Imam Hasan Al Bana Sesungguhnya sebaik-baiknya Qiyadah (pemimpin) adalah jika dalam hal istifadah ilmiah (pemanfaatan keilmuannya) dia seorang ustad, dalam hal ribatil qulb (keterikatan hatinya) dia seorang ayah, dalam hal tarbiyah ruhiyah dia seorang syekh dan dalam hal siasia da’wah dia seorang panglima.
2.    Sikap seperti itu baik karena jangan dibiasakan ketika terdapat permalahan mencari kambing hitam tetapi sebaiknya nmenyalahkan lebih dahulu. Tetapi ada sisi kelemahannya kalau sikap ini terlalu dominan akan menyebabkan rendah diri sampai akhirnya tidak akan melakukan da’wah lagi. Sikap ini akan terpuji jika memacunya untuk memaksimalkan kerjanya dengan keterbatasan dirinya.

Pertanyaan :
Apa tanggapan ustad dengan masyarakat sekarang ini yang tidak dapat membedakan antara budaya hidup modern dan western sedang mereka banyak terperangkap dengan pengaruh buruk dari budaya western?

Jawaban :
Hal ini banyak terjadi pada kaum muslimin khususnya bagi mereka yang sempat merasakan pendidikan di barat (luar negeri) dan sebelum pergi ke barat mereka belum mempunyai kepribadian Islam yang matang sehingga belum kebal terhadap budaya hidup di barat, terlebih lagi terleena dan terpesona dengan kemajuan di negeri barat dan bahayanya lagi setelah pulang menganggap Islam tidak dapat memberi kontribusi apa-apa. Muslim harus bersikap seperti yang disabdakan Rasulullah “ Hikmah adalah barang mutiara milik muslim” jadi dimanapun ditemukan seorang muslimlah yang paling berhak memanfaatkannya.

Pertanyaan:
Darimana umat Islam memulai untuk memperbaiki kelemahan-kelemahannya?
Jawaban:
Dari munculnya Hizbullah dari suatu barisan umat Islam yang telah dihasilkan dari proses kaderisasi yang kader-kadernya mempunyai beragam potensi dan kafaah (keahlian) masing-masing dan merekan diberikan peluang seluas-luasnya untuk mengekspresikannya sehingga akan muncul proses proyeksi, promosi dan nominasi kepemimpinan yang akan datang. Dan proses itulah yang dilakukan Rasulullah saw ketika mulai menggagaskan penataan barisan umat Islam sejak di Mekkah. Kongkrotnya dilakukan dengan small islamic inpirement harus membentuk kelompok-kelompok kecil, lingkungan pergaulan kaum muslimin yang berada didalam suatu proses kaderisasi tarbiyah yang dibimbing oleh seorang murabbi (pembina) yang mengoptimalkan potensi dan kafaah binaannya.

Pertanyaan :
Apakah ada cara terbaik untuk menyelesaikan permasalahan umat Islam secara keseluruhan?  
Jawaban :
Gerakan da’wah menjadi inti perubahan umat maka aktivis da’wah harus memperbaiki diri sendiri dahulu baru da’wah kepada orang lain. Sekarang ini proyek Islam yang harus ditekankan pada kegiatan da’wah dan tarbiyah. Da’wah dalam konteks yang umum mengajak orang yang tidak faham Islam untuk mengenali Islam sedangkan tarbiyah untuk mengajak orang yang sudah kenal Islam agar berubah menjadi kader-kader inti dalam da’wah.